Apr 13, 2010 - Uncategorized    23 Comments

Khotbah Etika

ETIKA KRISTEN : KEUANGAN

Nats : Kisah Para Rasul 5:1-11

Tujuan :

  1. Mengajarkan jemaat bagaimana memanagement uang dengan baik, sehingga jemaat bisa mengalokasikan uangnya pada hal-hal yang berguna sesuai dengan firman Tuhan.
  2. Jemaat diajar untuk tidak tergantung dan tidak dikuasai oleh uang, namun Tuhan yang berkuasa atas uang melalui manusia.

Pendahuluan

Ilustrasi : Sejarah dunia membuktikan bahwa orang kaya sangat mampu mempengaruhi pemerintahan dan aspek kehidupan lainnya. Dengan harta, mereka menjadi seorang yang terkenal dikalangan masyarakat, namun tanpa disadari, sebagian dari mereka menggunakan kekayaannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, sehingga banyak cara yang mereka halalkan. Sebagian orang kaya menggunakan kekayaan mereka untuk menindas orang miskin.

Peralihan : Bagaimana dengan setiap kita? Apakah dengan uang yang kita miliki pada saat ini, kita sudah menggunakannya dengan sebaik-baiknya? Ataukah justru uang yang kita miliki inilah yang sedang menguasai kita?

Isi

Jemaat yang dikasihi Tuhan, berbagai macam aspek kehidupan tanpa disadari dipengaruhi oleh uang, sebagai contoh:

1. Ke toilet harus bayar Rp. 1000,-

2. Mau minum, harus bayar air.

3. Punya tanah dan rumah sendiri, harus tetap membayar pajak.

Uang di dalam kehidupan manusia di zaman sekarang ini, sangat dibutuhkan, sebab tanpa uang, manusia sepertinya tidak dapat hidup. Sebagian besar manusia pada masa kini bergantung pada uang, sehingga hampir dari setiap manusia bersaing di dalam hal ekonomi demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Maslow pernah mengungkapkan beberapa tingkatan kebutuhan manusia, dan yang paling dasar dari semua kebutuhan yang ia ungkapkan adalah pemenuhan hidup dalam hal sandang dan pangan. Tentunya demi memenuhi kebutuhan tersebut, maka manusia harus mulai berusaha dengan cara mencari uang. Semakin uang yang didapat semakin banyak, maka manusia masuk ke dalam tingkatan keinginan, sebab kebutuhan sudah terpenuhi. Disinilah banyak orang jatuh ke dalam dosa, sebab keinginan yang dimiliki manusia sungguh besar.

Kisah Ananias dan Safira merupakan bukti bahwa mereka sudah dihasut dan dikuasai oleh uang. Pada kenyataannya, manusia tidak mungkin puas dengan apa yang sudah mereka miliki sekarang ini, contohnya:

1. Sudah punya motor, ingin punya mobil.

2. Sudah punya hp 1, ingin punya 2 hp.

Apakah keinginan-keinginan tersebut salah? Jawabannya tergantung. Tergantung kepada tujuan pribadi masing-masing di dalam menyingkapi apa yang manusia ingini. Namun pada kenyataannya, keinginan dengan kebutuhan berbeda.

1. Keinginan : Sudah memiliki suatu benda, tapi masih ada perasaan ingin untuk memiliki benda yang lebih baik daripada yang dimiliki sekarang.

2. Kebutuhan : Pemenuhan hidup seseorang agar ia bisa tetap bertahan hidup.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, Ananias dan Safira ada di level keinginan dan bukan lagi di level kebutuhan, sebab mereka adalah keluarga kaya yang tidak kekurangan suatu apapun. Karena ia berada di level setingkat lebih tinggi dari kebutuhan, maka mereka mengalami godaan harta yang lebih berat dibandingkan dengan orang-orang yang masih ada di level pemenuhan kebutuhan.

Peralihan : Sekarang ini, kita ada di level mana? Apakah kita masih ada di level pemenuhan kebutuhan, atau sudah ada di level keinginan?

Marilah kita memperhatikan bagaimana firman Tuhan kali ini mengajarkan etika Kristen tentang keuangan kepada setiap kita.

  1. Allah mau kita memanagement keuangan dengan sebaik-baiknya dan dengan benar.

Allah selama ini tidak pernah tidak memenuhi kebutuhan manusia, walaupun kita sadari di dalam dunia ini ada orang kaya dan ada orang yang kurang mampu, namun pada dasarnya Allah sudah memenuhi kebutuhan manusia. Namun, setelah Allah memenuhi kebutuhan manusia, Ia tidak tinggal diam, sebab ia ingin manusia memanagement apa yang sudah Ia berikan, khususnya di dalam hal ini adalah hal keuangan. Allah tidak pernah mengijinkan manusia menggunakan harta mereka dengan sembarangan, sekalipun orang yang kaya raya.

Begitu juga jika kita melihat kisah Ananias dan Safira yang merupakan orang kaya, namun jika mereka tidak bisa memanagement hasil penjualan ladang, maka mereka tetap mengalami penghukuman dari Allah. Penghukuman yang Allah berikan kepada mereka, merupakan penghukuman yang berat, dan ini menyatakan bahwa Allah tidak bisa berkompromi dengan dosa apapun termasuk dosa di dalam keuangan. Ananias dan Safira tidak mampu memanagement keuangan atau hasil jualnya itu dengan baik, sehingga timbul rasa ingin menodai kesucian Allah melalui hasil jual yang mereka miliki tersebut.

Etika Kristen yang merupakan ajaran firman Tuhan, mengajarkan kita untuk mampu dan mau memanagement uang dengan sebaik-baiknya dan dengan benar.

Contoh:

1. Setiap awal bulan, kita yang bekerja memperoleh hasil dari kerja kita, maka sepersepuluh dari hasil itu kita sisihkan untuk melayani Tuhan (perpuluhan). Ini merupakan salah satu memanagement uang dengan benar.

2. Harus lebih besar pendapatan daripada pengeluaran. Ini sudah merupakan bukti bahwa kita bisa memanagement uang dengan baik.

  1. Allah mau kita yang menguasai uang, bukan uang yang menguasai kita.

Allah tidak pernah menyalahkan kita jika kita sudah ada di level keinginan, namun yang menjadi masalah saat ini, jika kita dikuasai oleh uang. Sama seperti Ananias dan Safira yang dikuasai oleh harta. Mereka berencana dan bekerjasama untuk menipu Allah melalui hasil jual ladang yang mereka miliki. Ini menyatakan bahwa keinginan mereka sangat besar dibandingkan rasa kekeluargaan mereka dan takut mereka kepada Allah. Bukan Allah melihat berapa besar jumlah persembahan mereka, tetapi yang Allah lihat adalah hati seseorang yang mau memberikan persembahan, sesuai dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa : ”Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak. Selebihnya adalah dari si jahat”, begitu juga Ananias dan Safira yang sudah dikuasai oleh uang, mereka tidak jujur terhadap Allah, sehingga mereka dihukum mati oleh Allah.

Saat seseorang dikuasai uang atau hal materi, maka manusia masuk ke dalam dosa, sebab yang menjadi allah mereka adalah uang atau harta. Allah tidak bisa berkompromi dengan hal tersebut, bahkan Allah menentang kekuasaan uang.

Contoh: Saya membawa uang Rp. 1.000,- Mungkin bagi kita ditempat ini melihat jumlah uang tersebut kecil, namun apakah benar jumlah uang tersebut kecil? Bagi orang yang bermain saham, melihat uang sebesar itu akan disebut sebagai uang yang berarti. Dengan uang yang sejumlah itu, banyak preman jalanan bertengkar. Inilah bukti bahwa uang sekecil apapun sungguh berarti dan tanpa disadari manusia dikuasai oleh uang.

Begitu mengenaskan kematian Ananias dan Safira, sebab mereka sudah dikuasai oleh uang. Karena uanglah, mereka:

  1. Tidak bisa menikmati hidup lebih lama lagi.
  2. Terjadi jurang antara Ananias dan Safira dengan Tuhan (penipuan kepada Allah).
  3. Mereka tidak bisa menjadi saksi Kristus.

Melalui firman Tuhan kali ini, kita diajarkan untuk tidak dikuasai oleh uang, namun kita yang harus menguasai uang. Pada dasarnya uang itu adalah benda mati yang berguna, namun bisa menjadi dosa sebab manusia itu sendiri yang menyalahgunakan uang dan mereka menyerahkan dirinya untuk dikuasai oleh uang. Uang disediakan oleh Allah melalui manusia yang berguna untuk memenuhi setiap kebutuhan manusia, maka sekarang kita tahu siapa sebenarnya yang berkuasa, yaitu Allah berkuasa atas uang melalui kita umat manusia yang menggunakan uang tersebut.

Penutup

Sebagai penutup saya mau menceritakan 2 hal yang berbeda pandangan mengenai uang:

  1. Seorang kaya lebih rela meninggalkan Yesus dibandingkan dengan hartanya. Ia sudah melakukan setiap kehendak dan perintah Tuhan, namun saat ia diminta untuk meninggalkan dan membagikan hartanya kepada orang lain serta mengikut Tuhan, maka ia menjadi kecewa dan sedih, sebab ia tidak pernah rela untuk memberikan hartanya kepada orang lain. (Orang kaya yang bodoh).
  2. Seorang bapak yang berdosa dengan rela meninggalkan dan membagi-bagikan hartanya bahkan berkali lipat kepada masyarakat demi mengikut Tuhan Yesus, sebab ia sadar tidak ada yang bisa menguasai dirinya selain Allah dan tidak ada yang lebih berharga selain ia menjadi seorang hamba Allah (Zakheus pemungut cukai).

Aplikasi

Dimanakah posisi kita pada saat ini? Apakah kita sedang ada di dalam kisah Ananias dan Safira beserta dengan orang kaya yang bodoh? Ataukah kita ada di dalam kisah Zakheus yang bertobat? Janganlah salah memilih jalan hidup, sebab jika sekali kita salah memilih jalan, maka fatal akibatnya. Memanagement uang dan kuasai uang adalah etika Kristen yang benar, sebab Allah tidak ingin kita berdosa karena uang kita sendiri.

**************

23 Responses

  • I really like browsing blogs and seeing what the world is saying. I enjoyed reading this blog and I thought it was very interesting.

  • Tq Prom…So please give comment for my article again

  • I was reading through some of your articles on this site and I believe this website is real informative ! Keep on posting .

  • Very clear internet site , thanks for this post.

  • I not to mention my friends appeared to be going through the great tips and tricks on your website while suddenly got a horrible suspicion I never expressed respect to the web site owner for those tips. All of the men are actually as a consequence excited to study all of them and now have in reality been enjoying these things. We appreciate you genuinely really considerate and then for considering such magnificent themes most people are really wanting to discover. Our own honest apologies for not saying thanks to you earlier.

  • Yesterday I saw that on the news

  • When I was a young man I thought the same way

  • We’re a group of volunteers and starting a new scheme in our community. Your website provided us with valuable info to work on. You’ve done an impressive job and our entire community will be thankful to you. Andy Bitetto

  • Hello large article on Khotbah Etika | KRISTEN jersey shore ronnie fights mike season 4.

  • Awesome website you have here but I was curious about if you knew of any discussion boards that cover the same topics discussed in this article? I¡¯d really like to be a part of online community where I can get responses from other experienced people that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Cheers!

  • You have composed an incredibly thought-provoking article. Your content speaks to me and I share in your views. numerous writers don’t write original material, but you have truly achieved a excellent duty with this information.

  • Hey, nicely done! I adore whatever you write, so I will continue subsequent your blog.Go on with your style!

  • Just what I was searching for, regards for posting .

  • As soon as I detected this website I went on reddit to share some of the really like with them.

  • Valuable details and exceptional design you got here! I would like to thank you for sharing your thoughts and time into the stuff you post!! Thumbs up!

  • Spare no expense to make everything as economical as possible.

  • You are my intake , I’ve few blogs and often run out from to post .

  • Hello just wanted to give you a fast heads up. The text in your post seem to be running from the display in Internet explorer. I am not confident that this can be a format problem or something like that to do with internet browser match ups however i figured Id publish to show you. The look look great though! We do hope you get the issue resolved soon. Many thanks

  • I just added this feed to my favorites. I like reading your posts. Thank you!

  • Highly insightful thank you, I do believe your followers could perhaps want far more content such as this continue the very good content.

  • I’m keen on the way wrote this. You’ve made your points with unique thoughts and content. Your points are very clear and concise your readers can searching . they are in agreement with and what gachisites don??t.

  • Hey webmaster! basically info!

  • I surprised together with the analysis you made to produce this arrange extraordinary. Excellent process!